Inilah Alasan Mengapa Kredit Rumah Itu Tidak Cocok Untuk Saya

Memiliki rumah pribadi adalah impian semua orang. Sayangnya, tidak semua orang beruntung bisa punya rumah sendiri. Alasan yang paling mendominasi adalah tidak adanya dana yang cukup untuk membeli rumah, sebab harga rumah sangat tinggi. Sebagian orang memutuskan untuk membeli rumah dengan menggunakan fasilitas kredit dari bank yang dinamakan KPR. Namun, untuk saya pribadi, saya tidak mengambil KPR karena menganggap kredit rumah tidak cocok untuk saya.


Alasan KPR Tidak Cocok Untuk Saya

Walaupun banyak yang menganggap KPR menjadi solusi jitu untuk bisa mendapatkan rumah dalam waktu cepat tanpa harus menunggu uang terkumpul dalam jumlah banyak, namun hal ini tidak cocok untuk saya. Berikut ini alasannya.

1. Adanya proses BI Checking sehingga ribet

Untuk mendapatkan persetujuan KPR, ada proses BI checking yang perlu dilewati. Hal ini berguna untuk mengecek apakah sang pemohon memiliki riwayat kredit yang buruk ataukah lancar. Sejarah kredit ini akan berperan banyak. Jika riwayat kredit lancar, maka peluang KPR disetujui akan semakin tinggi. Begitu pun sebaliknya, jika riwayat kredit buruk, maka pengajuan KPR bisa saja ditolak.


2. Adanya Denda yang Tinggi

Dengan mengambil KPR, ada komitmen untuk mencicil sejumlah uang tertentu dalam periode yang telah ditentukan. Jika melewati tanggal yang telah ditetapkan, ada uang denda keterlambatan yang harus dibayar. Artinya, jumlah cicilan menjadi lebih banyak daripada seharusnya. Jika keadaan finansial sedang bagus, tak ada masalah untuk membayar cicilan. Biasanya, orang akan kesulitan membayar angsuran saat mengalami keadaan finansial yang buruk. Contohnya, terkena PHK, baru saja mendapat musibah kecelakaan, banyak kebutuhan anak, dan lain sebagainya.

3. Rumah Akan Disita Jika Gagal Membayar

Tidak ada alasan apapun untuk telat membayar cicilan. Jika cicilan berulang-ulang kali tidak dibayarkan, ada resiko besar yang harus diterima. Resiko tersebut adalah rumah akan disita dan menjadi hak milik bank. Bank akan mengambil alih rumah yang selama ini sudah dicicil. Penghuni pun harus rela mengosongkan rumah untuk mencari tempat tinggal lain. Lalu, bagaimana uang cicilan yang selama ini sudah dibayarkan? Uang cicilan tersebut dianggap hangus.

4. Ada Pinalty Jika Melunasi Cicilan Rumah Lebih Cepat

Sesuai dengan kebijakan bank, nasabah tidak boleh melunasi hutang lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Hal ini sangat merugikan nasabah karena akan dikenakan pinalty atau biaya tambahan. Mau tidak mau, nasabah harus mengikuti aturan bank yang mengharuskan mencicil uang KPR dalam periode waktu lama. Biasanya, selama 20 tahun.

5. Dihantui Teror Debt Collector Bila Telat Membayar

Jika cicilan rumah telah selama beberapa bulan, siap-siaplah untuk ditagih oleh debt collector. Biasanya, debt collector akan melakukan berbagai macam cara supaya sang nasabah merasa takut atau tertekan sehingga akan segera membayar uang tunggakan. Bahkan, beberapa nasabah ada yang merasa terancam karena debt collector menggunakan cara kasar untuk menagih hutangnya.

Itulah 5 alasan mengapa saya tidak mengambil KPR. Banyak hal-hal yang perlu saya pertimbangkan untuk melakukan kredit rumah.