Antara Kemampuan Dan Kebutuhan KPR Vs Ngontrak Rumah

Salah satu alasan orang memilih untuk ngontrak rumah adalah belum tersedianya dana yang cukup untuk memiliki rumah sendiri. Banyak yang lebih memilih untuk ngontrak dibandingkan tinggal di rumah orang tua atau mertua karena alasan kenyamanan. Sebab, tinggal bersama orang tua tidaklah mudah. Dibutuhkan suatu penyesuaian diri supaya tidak timbul kesalahpahaman selama tinggal bersama. Itulah yang menjadikan alasan mengapa banyak pasangan muda untuk sewa rumah.


Menyikapi hal tersebut, banyak orang yang merasa bingung ingin menyewa rumah atau melakukan KPR. Sebelum mengambil keputusan ingin mengontrak rumah ataupun membeli rumah dengan sistem cicilan, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal.

Hal-Hal yang perlu Dipertimbangkan Untuk Sewa Rumah atau Ambil KPR

Berikut ini beberapa pertimbangan dalam mengambil keputusan apakah ingin membeli rumah dengan sistem KPR atau menyewa rumah dalam jangka waktu yang lama.

1. Sejarah kredit

Ini bukan hanya soal sejarah kredit kamu saja, melainkan juga pasangan. Sebab, pada BI Checking nantinya baik suami istri akan dicek apakah memiliki catatan buruk mengenai tunggakan hutang apa tidak. Jika di masa lalu salah satu diantara kalian memiliki catatan buruk mengenai hutang, hal ini bisa menghambat persetujuan bank saat kamu mengajukan KPR.

Untuk itu, usaha yang bisa dilakukan adalah melakukan perbaikan finansial supaya catatan kredit bisa lebih baik. Selain itu, kamu juga bisa menabung agar memiliki dana simpanan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak.


2. Uang Muka KPR

Selain memperhatikan sejarah kredit, kamu harus mempertimbangkan banyaknya dana untuk uang muka KPR. Dana uang muka ini jumlahnya tidak sedikit sehingga butuh persiapan yang matang. Jika kamu dan pasangan memiliki dana cukup untuk uang muka, kamu bisa mengajukan KPR dengan modal itu. Namun, bila belum punya dana yang cukup, memilih ngontrak rumah menjadi pilihan yang tepat sambil menunggu uang terkumpul.

3. Besar persentase pendapatan bulanan

Sebelum mengajukan KPR, cobalah hitung berapa persentase penghasilan kamu. Sebagai contohnya, kamu akan mengambil KPR selama 20 tahun dengan uang muka 20%. Setelah ketemu hasilnya, bagi dengan harga rumah kemudian kalikan 3. Hasilnya adalah 2.3 %.

Apabila besar pendapatan kamu lebih besar dari hasil 2,3% dari harga rumah, itu artinya kamu bisa mengajukan KPR. Akan tetapi, jika besar pendapatan masih kurang, sebaiknya urungkan dulu untuk mengajukan KPR.

4. Besar penghasilan dan pengeluaran

Hal lain yang perlu dipertimbangkan ketika akan melakukan pengajuan KPR adalah menghitung banyaknya penghasilan dalam satu bulan. Kemudian, kurangi dengan biaya-biaya kebutuhan pokok, biaya menabung dan lain-lain. Meskipun memiliki KPR, kamu tetap harus memiliki dana cadangan untuk kebutuhan mendesak yang kapan saja bisa terjadi. Cicilan KPR akan berlangsung dalam waktu lama, jadi jangan sampai dalam periode itu kamu dan pasangan mengalami kesulitan finansial.

5. Perhatikan 30% dari Penghasilan Anda

Untuk memantapkan hati mengambil KPR ialah dengan cara menghitung 30% dari total penghasilan. Jika hasilnya lebih besar dibandingkan jumlah angsuran KPR, keputusan untuk mengambil KPR bisa dilakukan. Akan tetapi, jumlah tersebut merupakan jumlah akhir setelah dipotong biaya kebutuhan pokok.

Jika hasilnya ialah lebih kecil dari besarnya nilai cicilan, sebaiknya urungkan niat Anda. Tunda dulu keinginan untuk melakukan kredit rumah. Anda bisa memilih tinggal di kontrakan untuk sementara waktu sambil mencari solusi lain. Seperti misalnya menabung sejumlah dana untuk uang muka lebih besar, sehingga jumlah cicilan per bulan menjadi lebih ringan.

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah dengan sistem KPR ataukah tinggal di kontrakan, perhatikan hal-hal di atas. Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami kesalahan dalam melangkah. Bagaimana pun juga, jangan sampai keadaan finansial Anda berada pada kondisi buruk sehingga berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangga.